NEWS UPDATE :  

Berita

Belajar Tidak Selalu di Dalam Kelas: Uniknya Asesmen Sumatif Tengah Semester Mapel SBK SMA Al Falah Kota Bandung

BANDUNG — Suasana Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) mata pelajaran Seni Budaya (SBK) di SMA Al Falah Kota Bandung tampil beda dan penuh impresi. Mengusung tema "Belajar Tidak Selalu di Dalam Kelas", para siswa diajak untuk keluar dari ruang kelas konvensional dan berinteraksi langsung dengan karya seni di galeri pameran.

Langkah inovatif ini diambil untuk memberikan pengalaman belajar yang autentik (authentic learning). Jika biasanya asesmen tengah semester identik dengan ujian tertulis di balik meja, kali ini siswa diajak mengasah daya kritis, apresiasi estetika, dan kepekaan seni dengan mengamati langsung berbagai karya seni rupa yang dipamerkan di dinding galeri.

Apresiasi Seni Langsung dari Sumbernya

Didampingi langsung oleh Bpk. Rizky Fauziansyah, S.Pd.,Gr. selaku guru mata pelajaran Seni Budaya (SBK) dan seniman/pengelola galeri, para siswa menyusuri ruang pameran sambil mempelajari berbagai teknik visual, komposisi warna, hingga pesan moral dan filosofis yang tersirat dalam setiap lukisan. Siswa tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga diajak berdiskusi aktif mengenai proses kreatif pembuatan karya seni tersebut.

"Kegiatan ini membuka sudut pandang baru bagi kami. Memahami karya seni secara langsung di galeri terasa sangat berbeda dibandingkan hanya melihat gambarnya di buku pelajaran atau layar ponsel," ujar salah satu siswa peserta ASTS.

Mewujudkan Generasi Cerdas, Bertakwa, dan Berkarakter

Pelaksanaan ASTS berbasis luar kelas ini selaras dengan jargon dan komitmen SMA Al Falah Kota Bandung dalam membentuk generasi yang Cerdas, Bertakwa, dan Berkarakter:

  • Cerdas: Mendorong siswa berpikir kritis dan analitis dalam mengapresiasi sebuah karya.

  • Bertakwa: Mengagumi keindahan sebagai bagian dari rasa syukur atas karunia keindahan yang diciptakan Allah SWT.

  • Berkarakter: Menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama tim, serta rasa hargai terhadap karya dan pemikiran orang lain.

Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan ini, SMA Al Falah Kota Bandung membuktikan bahwa evaluasi pembelajaran dapat dikemas secara adaptif tanpa mengurangi bobot capaian kurikulum. Diharapkan pengalaman ini tidak hanya memberikan nilai akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap dunia seni dan budaya lokal.